1. Analisia Posisi Resona Indonesia Finance dalam Menghadapi Persaingan Usaha
Untuk mengetahui posisi ini, Resona Indonesia Finance perlu menganalisa terlebih dahulu terkait;
- Kekuatan (Strength)
- Reputasi yang Baik
Bisnis keuangan merupakan bisnis kepercayaan. Resona Indonesia Finance selalu mengutamakan pelayanan prima kepada Nasabah melalui kecepatan dan ketepatan proses pemberian pembiayaan kepada Nasabah dengan suku bunga yang kompetitif.
- Induk perusahaan yang kuat
Resona Indonesia Finance didukung oleh induk perusahaan, PT Bank Resona Perdania, yang telah beroperasi selama lebih dari 66 tahun serta memiliki kinerja keuangan dan kredibilitas yang baik. Pada akhir tahun 2019, Bank Resona Perdania telah memberikan Pinjaman Perpetual sebagai bentuk penambahan ekuitas kepada Resona Indonesia Finance sebesar Rp50 Milliar. Sejalan dengan POJK Nomor 46 Tahun 2024, Resona Indonesia Finance berkomitmen melakukan konversi atas pinjaman perpetual tersebut selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2025.
- Tantangan (Threatness)
- Stabilitas perekonomian Indonesia
Ketidakpastian ekonomi global semakin meningkat pasca penetapan tarif AS yang berdampak pada kebijakan tarif impor. Proyeksi ini menunjukan terjadi tren perlambatan ekonomi dari 2024 hingga 2026 sejalan dengan prediksi penurunan harga komoditas utama dunia. Ketidakpastian perekonomian tersebut dapat berdampak pada kondisi usaha pada berbagai perusahaan berbasis ekspor impor di Indonesia. Resona Indonesia Finance harus berhati-hati dan melakukan analisa yang lebih mendalam atas setiap permohonan fasiltias pembiayaan dari Nasabah.
- Semakin ketatnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atas Perusahaan Pembiayaan
Otoritas Jasa Keuangan telah merilis berbagai ketentuan bagi Perusahaan Pembiayaan dalam rangka memperkuat industri pembiayaan agar dapat beroperasi secara sehat dan berkelanjutan. Berbagai ketentuan tersebut mengharuskan setiap Perusahaan Pembiayaan antara lain agar melakukan improvisasi pada struktur organisasi perusahaan, sistem informasi perusahaan, dan berbagai kebijakan serta prosedur internal perusahaan, Resona Indonesia Finance sebagai salah satu Perusahaan Pembiayaan yang sedang berkembang, berkomitmen untuk melakukan berbagai pembenahan pada internal perusahaan agar dapat patuh pada berbagai ketentuan POJK tersebut.
2. Arah Kebijakan Resona Indonesia Finance
Arah Kebijakan Resona Indonesia Finance adalah sebagai berikut:
- Fokus untuk meningkatkan total dan kualitas piutang pembiayaan Resona Indonesia Finance dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses pemberian fasilitas pembiayaan.
- Fokus untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi yang dimiliki oleh Resona Indonesia Finance demi menunjang kelangsungan bisnis serta menciptakan budaya yang kreatif dan inovatif pada lingkungan kerja Resona Indonesia Finance.
3. Strategi Pengembangan Bisnis
- Strategi Pembiayaan
- Meningkatkan pemberian fasilitas pembiayaan baik kepada Nasabah maupun calon Nasabah dengan kualitas baik, yang juga merupakan Nasabah dari Bank Resona Perdania, selaku pemegang saham pengendali Resona Indonesia Finance maupun calon Nasabah baru lain yang berdasarkan hasil penilaian Resona Indonesia Finance dikategorikan baik, Hal tersebut untuk memitigasi terjadinya Risiko Pembiayaan dikemudian hari. Selain itu, Resona Indonesia Finance berencana untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada Nasabah atau calon Nasabah dengan kriteria usaha mikro, kecil dan menengah.
- Melakukan berbagai perbaikkan atas kebijakan dan prosedur pemberian pembiayaan kepada Nasabah, agar proses penyaluran fasiltias pembiayaan dapat dilakukan dengan lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian.
- Meningkatkan jumlah Nasabah serta memberikan fasilitas pembiayaan secara optimal dengan tetap memperhatikan batas maksimum pemberian pembiayaan oleh Resona Indonesia Finance. Bagi Nasabah Jepang dapat menggunakan referensi dari Bank Resona Perdania, Resona Bank Ltd, Jepang dan Nasabah yang sudah ada baik di Resona Indonesia Finance maupun di Bank Resona Perdania, Referensi lainnya juga dapat diperoleh dari Penjual (supplier) dan Pembeli (buyer) dari Nasabah yang sudah ada.
- Mengutamakan porsi pemberian fasilitas pembiayaan dalam mata uang Rupiah namun tetap memberikan pemberian dalam valuta asing dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, ketentuan pemberian pembiayaan dalam valuta asing, dan batas maksimum pemberian fasilitas pembiayaan.
- Meningkatkan kualitas Staf Seksi Marketing dan Divisi Credit Examination (analyst) melalui pemberian pelatihan internal dan eksternal yang dibutuhkan secara intensif dan berkesinambungan.
- Memberikan suku bunga pembiayaan yang kompetitif sesuai risk appetite Resona Indonesia Finance dengan tetap memperhitungkan target pendapatan bunga yang akan diperoleh.
- Menghindari terjadinya Non-Performing Financing melalui pemberian fasilitas pembiayaan dengan penuh kehati-hatian dan monitoring pembayaran kewajiban Nasabah pada perusahan dan kinerja keuangannya.
- Strategi Pendanaan
Mempertahankan dan mengoptimalkan penggunaan dana pinjaman baik dari Bank Resona Perdania dan Resona Bank Ltd, Jepang. Resona Indonesia Finance akan terus melakukan efisiensi biaya dalam menggunakan pendanaan dari pinjaman dengan memilih pendanaan yang lebih murah yaitu pinjaman dengan jaminan cash collateral pada Bank Resona Perdania dengan Corporate Guarantee dari Resona Bank, Ltd.
- Strategi Permodalan
- Meningkatkan laba operasional Resona Indonesia Finance melalui peningkatan pendapatan bunga.
- Tidak melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham sehingga seluruh laba perusahaan akan dijadikan laba ditahan untuk meningkatkan nilai ekuitas perusahaan serta melakukan negosiasi dengan pemegang saham agar meningkatkan modal disetornya kepada Resona Indonesia Finance.
- Melakukan konversi atas pinjaman perpetual sebesar Rp 50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah) selambat-lambatnya pada tanggal 31 Desember 2025.
- Strategi Operasional
- Tetap konsisten memberikan pelayanan yang tepat, cepat, dan baik kepada Nasabah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
- Meminimalisir terjadinya kesalahan administrasi maupun kesalahan operasional yang dapat mengurangi tingkat kepercayaan Nasabah.
- Meningkatkan pemantauan yang lebih efektif terhadap kegiatan operasional Resona Indonesia Finance.
- Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia
- Meningkatkan pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan kepada seluruh karyawan sesuai dengan arah dan tujuan pengembangan sumber daya manusia yang disesuaikan dengan arah bisnis Resona Indonesia Finance.
- Meningkatkan peran dan fungsi masing-masing seksi untuk lebih aktif berdiskusi dan berinteraksi, baik dalam satu seksi maupun antar seksi dalam memahami ketentuan atau hal-hal baru yang terkait dengan kelancaran pekerjaan.
- Meningkatkan program kesejahteraan dan fasilitas karyawan guna mendukung performa kerja karyawan dan produktivitas Resona Indonesia Finance.
- Bekerjasama dengan Bank Resona Perdania sebagai induk, dalam pemenuhan karyawan dengan menempatkan sumber daya manusia di posisi yang tepat sesuai dengan keahliannya.
- Strategi Kepatuhan
- Menerapkan dan meningkatkan budaya kepatuhan pada semua tingkatan organisasi sehingga seluruh manajemen dan karyawan memiliki tingkat kesadaran dan kepatuhan yang tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
- Menindaklanjuti temuan audit internal dan eksternal dan berkomitmen untuk menyelesaikannya secara tepat waktu.
- Meningkatkan komunikasi dengan pengawas pada Otoritas Jasa Keuangan untuk mendiskusikan hal-hal terkait implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan agar dapat diterapkan secara maksimal.
- Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan penerapan program APU – PPT di Resona Indonesia Finance.
- Melakukan pemantauan atas penyampaian berbagai laporan kepada otoritas secara baik, benar, dan tepat waktu.
- Strategi Sistem dan Informasi
- Membuat situs web resmi perusahaan.
- Memodifikasi dan menyempurnakan sistem informasi Resona Indonesia Finance sekaligus meningkatkan keamanan data dan jaringan guna melindungi kerahasiaan data nasabah dan perusahaan. Upaya ini juga bertujuan untuk mendukung kelancaran operasional yang selaras dengan perkembangan bisnis Resona Indonesia Finance serta memastikan kepatuhan terhadap persyaratan sistem yang ditetapkan oleh OJK/Regulator, khususnya terkait aktivitas pelaporan yang diwajibkan.